Selasa, 04 Februari 2020

Kriptografi

       Ditinjau dari terminologinya, kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘cryptos’ yang berarti ‘menyembunyikan’, dan ‘graphein’ yang artinya ‘menulis’. 

 

Definisi Kriptografi 

        Menurut A.Menezes pengertian kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data serta otentifikasi. Sedangkan ilmu dan seni memecahkan cipherteks disebut kriptanalisis. Pelakunya disebut kriptanalis. Cabang ilmu yang mempelajari keduanya, yaitu kriptografi. 

        Secara Umum Pengertian kriptografi adalah cabang ilmu yang mempelajari cara mengubah informasi dari keadaan/bentuk normal (dapat dipahami) menjadi bentuk yang tidak dapat dipahami. Pesan asli disebut sebagai plainteks dan pesan yang telah disandikan disebut cipherteks. Pesan terakhir yang telah disandikan dan kemudian dikirim disebut kriptogram. Proses mengubah plainteks menjadi cipherteks disebut enkripsi atau enciphering. Kebalikan dari proses tersebut, yaitu mengubah cipherteks menjadi plainteks disebut dekripsi atau deciphering.

            Pada prinsipnya, Kriptografi memiliki 4 komponen utama yaitu: Plaintext, yaitu pesan yang dapat dibaca Ciphertext, yaitu pesan acak yang tidka dapat dibaca Key, yaitu kunci untuk melakukan teknik kriptografi Algorithm, yaitu metode untuk melakukan enkrispi dan dekripsi. Kemudian, proses yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi 2 proses dasar pada Kriptografi yaitu: Enkripsi (Encryption) Dekripsi (Decryption) dengan key yang digunakan sama untuk kedua proses diatas. Penggunakan key yang sama untuk kedua proses enkripsi dan dekripsi ini disebut juga dengan Secret KeyShared Key atau Symetric Key Cryptosystems.Berikut adalah ilustrasi 4 komponen dan 2 proses yang digunakan dalam teknik kriptografi.


Enkripsi
            Enkripsi (Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca (plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext). Berikut adalah contoh enkripsi yang digunakan oleh Julius Caesar, yaitu dengan mengganti masing-masing huruf dengan 3 huruf selanjutnya (disebut juga Additive/Substitution Cipher).

 

        Plaintext 

          rumah
      Motor
      kompor

                    Ciphertext 

                     xasgn
                suzux
                qusvux


Dekripsi
            Dekripsi merupakan proses kebalikan dari enkripsi dimana proses ini akan mengubah ciphertext menjadi plaintext dengan menggunakan algortima ‘pembalik’ dan key yang sama. Contoh:
 

     Ciphertext 
      xasgn
      suzux
      qusvux

              Plaintext
         rumah
         Motor
           kompor




           Misalnya kita akan mengganti kuncinya menjadi kunci : JIZAN   QIFLI ILHAMDI, maka chiper text nya akan menjadi :





Plaintext  : JIZAN QIFLI ILHAMDI
Kunci       : JIZAN QIFLI ILHAMDI


Plaintext

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Ciphertext

J
I
Z
A
N
Q
F
L
H
M
D
B
C
E
G
K
O
P
R
S
T
U
V
W
X
Y
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26


Plaintext              : JIZAN      QIFLI          ILHAMDI
Ciphertext           : MHYJE   OHQBH       HBLJCAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar